Selasa, 09 November 2010

Implementasi Teknologi Komunikasi

“Belajar menggunakan komputer lebih seperti belajar alat musik dibanding mengikuti instruksi bagaimana menggunakan peralatan listrik seperti pemanggang roti.”
Charles Rubin, August 1983

Salah satu dari dua topik utama dalam penelitian tentang teknologi baru komunikasi adalah bagaimana inovasi teknologi ini diadopsi dan diterapkan oleh pengguna. Sedangkan topik yang satu lagi yaitu dampak dari teknologi masih diperdebatkan. penelitian tentang adopsi media baru dilakukan berdasarkan aplikasi kontemporer dari teori difusi inovasi yang telah teruji. Bagaimanapun, ada beberapa aspek spesial dari aplikasi teori ini dalam hal teknologi baru komunikasi. sebagai contoh, sifat interaktifnya berarti bahwa nilai dari inovasi itu bagi orang yang mengadopsinya menjadi bertambah besar seiring dengan semakin bertambahnya adopsi (contohnya, sistem pesan elektronik masih kurang bermanfaat sewaktu masih kurang orang mengadopsinya, hanya ketika semakin bertambahnya orang yang menggunakannya). Selanjutnya, tingkat penggunaan teknologi baru komunikasi berubah menjadi variabel penting baik adopsi terjadi atau tidak.
Implementasi  teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi Komunikasi tersebut mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jarinagan informasi. Semakin banyak pelayanan dan jaringan informasi yang bisa diakses oleh sebuah teknologi komunikasi, semakin banyak pula orang yang mengimplementasikannya.
Namun asumsi ini hanya berlaku bagi masyarakat informasi saja. Lalu bagaimana dengan masyarakat di Indonesia?
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini:
•          Ada yang sudah masuk pada tataran masyarakat informasi
•          Ada yang masuk pada tataran masyarakat industri
•          Ada yang masuk pada tataran masyarakat agraris
•          Ada yang masih dalam  kondisi masyarakat primitif

Difusi Inovasi
Munculnya Teori Difusi Inovasi dimulai pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1903, ketika seorang sosiolog Perancis, Gabriel Tarde, memperkenalkan Kurva Difusi berbentuk S (S-shaped Diffusion Curve). Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu.
Pemikiran Tarde menjadi penting karena secara sederhana bisa menggambarkan kecenderungan yang terkait dengan proses difusi inovasi. Rogers (1983) mengatakan, Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitian-penelitian sosiologi.
Pada tahun 1940, dua orang sosiolog, Bryce Ryan dan Neal Gross, mempublikasikan hasil penelitian difusi tentang jagung hibrida pada para petani di Iowa, Amerika Serikat. Hasil penelitian ini memperbarui sekaligus menegaskan tentang difusi inovasi model kurva S. Salah satu kesimpulan penelitian Ryan dan Gross menyatakan bahwa “The rate of adoption of the agricultural innovation followed an S-shaped normal curve when plotted on a cumulative basis over time.”
Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960, di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer, seperti dengan bidang pemasaran, budaya, dan sebagainya. Di sinilah muncul tokoh-tokoh teori Difusi Inovasi seperti Everett M. Rogers dengan karya besarnya Diffusion of Innovation (1961); F. Floyd  Shoemaker yang bersama Rogers menulis Communication of Innovation: A Cross Cultural Approach (1971) sampai Lawrence A. Brown yang menulis Innovation Diffusion: A New Perpective (1981).
Selama 45 tahun dan melalui 3,500 publikasi penelitian, model dari inovasi difusi telah menuntun penelitian dari penyebaran ide baru. Penelitian difusi dilakukan oleh peneliti dari berbagai bidang seperti antropologi, komunikasi, pendidikan, geografi, pemasaran, sosiologi pedesaan, sosiologi, dan beberapa lagi yang lainnya.
Teori Difusi Inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan) melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial.
Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:
(1)        Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.
Karakter dari suatu inovasi, yang dirasa oleh anggota sistem sosial, menentukan tingkat adopsinya. Lima sifat dari inovasi tersebut adalah: (1) relatifitas keuntungan, (2) kesesuaian,(3) kerumitan, (4) reliabilitas, dan (5) kebisaan diamati.
(2)        Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya komunikasi dan (b) karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.

(3)        Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi, (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi, dan (c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.

(4)        Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama   

Implementasi sendiri secara harfiah berarti penerapan. Dalam prakteknya penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan  ketrampilan mengoperasikan teknologi komunikasi tersebut. Karena tanpa penguasaan ketrampilan teknis, teknologi komunikasi tidak mungkin diterapkan oleh seseorang. Hal ini mengisayaratkan tekk kom sebuah inovasi.

Lazimnya sebuah inovasi tidak begitu saja diadopsi/diterima oleh masyarakat. Skeptisisme merupakan penghalang proses adopsi inovasi bagi masyarakat

Teknologi komunikasi merupakan sistem teknologis dan untuk memakainya manusia perlu mengaturnya sesuai dengan nilai-nilai yang diisyaratkan olek teknologi komunikasi  itu sendiri. Nilai-nilai itu bisa berbenturan dengan nilai-nilai yang telah lama dikenal atau dianut dalam kelompok masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan penerapan teknologi komunikasi sering melahirkan masalah dalam kehidupan sosial masyarakat.


PROSES IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Merujuk pendapat Rogers, tentang proses adopsi inovasi maka prose implementasi tek. Kom bisa digambarkan sebagai berikut:
1.        Tahap pertama; Inisiasi, yaitu usaha mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi, memahaminya dengan seksama dan merencanakan untuk mengadopsi. Tahap ini memiliki dua tingkat;
·          Agenda setting; munculnya ide untuk mengadopsi teknologi komunikasi
·          Matching; kecocokan tek kom dengan kebutuhan & kemampuan mengadopsi.
2.        Tahap kedua; Implementasi yaitu seluruh kegiatan & aktifitas yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan. tahap ini memiliki 3 tingkat:
·          Redefining, yaitu mengatur, menyusun & memodifikasi struktur lembaga/mentalitas & kebiasaan individu untuk keperluan teknologi komunikasi.
·          Clarifying, yaitu Meyakinkan pada anggota atau individu tentang seluk beluk teknologi komunikasi yang dimaksud
·          Routinizing, yaitu teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur organisasi, atau pelengkap kehidupan sehari-hari

Dengan demikian, proses adopsi inovasi hingga implementasi teknologi komunikasi dapat disimpulkan melalui lima proses yaitu:
1.        Agenda setting
2.        Matching
3.        Redefining
4.        Clarifying
5.        Routinizing

Implementasi tek kom memaksa individu melakukan adaptasi agar melewati prosesnya dengan baik. Adaptasi tersebut adalah penyesuaian nilai-nilai yang dibawa teknologi komunikasi dengan kondisi sosio-kultural dimana individu tersebut tinggal.

Senin, 25 Oktober 2010






Transmission Control Protocol

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.

Daftar isi


Karakteristik TCP

TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
  • Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk.
  • Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
  • Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami.
  • Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima.
  • Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model)
  • Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many.
TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan aplikasi tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP.

Segmen TCP

Segmen-segmen TCP akan dikirimkan sebagai datagram-datagram IP (datagram merupakan satuan protocol data unit pada lapisan internetwork). Sebuah segmen TCP terdiri atas sebuah header dan segmen data (payload), yang dienkapsulasi dengan menggunakan header IP dari protokol IP.

Proses enkapsulasi data protokol TCP/IP: Data aplikasi + header TCP + header IP + header network interface (Ethernet, Token Ring, dll) + trailer network interface
Sebuah segmen dapat berukuran hingga 65495 byte: 216-(ukuran header IP terkecil (20 byte)+ukuran header TCP terkecil (20 byte)). Datagram IP tersebut akan dienkapsulasi lagi dengan menggunakan header protokol network interface (lapisan pertama dalam DARPA Reference Model) menjadi frame lapisan Network Interface. Gambar berikut mengilustrasikan data yang dikirimkan ke sebuah host.
Di dalam header IP dari sebuah segmen TCP, field Source IP Address diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Sementara itu, field Destination IP Address juga akan diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host tertentu yang dituju. Hal ini dikarenakan, protokol TCP hanya mendukung transmisi one-to-one.

Header TCP

Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.

Format header TCP, dilengkapi dengan ukuran setiap field-nya
Nama field Ukuran Keterangan
Source Port 2 byte (16 bit) Mengindikasikan sumber protokol lapisan aplikasi yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara field Source IP Address dalam header IP dan field Source Port dalam field header TCP disebut juga sebagai socket sumber, yang berarti sebuah alamat global dari mana segmen dikirimkan. Lihat juga Port TCP.
Destination Port 2 byte (16 bit) Mengindikasikan tujuan protokol lapisan aplikasi yang menerima segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara field Destination IP Address dalam header IP dan field Destination Port dalam field header TCP disebut juga sebagai socket tujuan, yang berarti sebuah alamat global ke mana segmen akan dikirimkan.
Sequence Number 4 byte (32 bit) Mengindikasikan nomor urut dari oktet pertama dari data di dalam sebuah segmen TCP yang hendak dikirimkan. Field ini harus selalu diset, meskipun tidak ada data (payload) dalam segmen.

Ketika memulai sebuah sesi koneksi TCP, segmen dengan flag SYN (Synchronization) diset ke nilai 1, field ini akan berisi nilai Initial Sequence Number (ISN). Hal ini berarti, oktet pertama dalam aliran byte (byte stream) dalam koneksi adalah ISN+1.
Acknowledgment Number 4 byte (32 bit) Mengindikasikan nomor urut dari oktet selanjutnya dalam aliran byte yang diharapkan oleh untuk diterima oleh pengirim dari si penerima pada pengiriman selanjutnya. Acknowledgment number sangat dipentingkan bagi segmen-segmen TCP dengan flag ACK diset ke nilai 1.
Data Offset 4 bit Mengindikasikan di mana data dalam segmen TCP dimulai. Field ini juga dapat berarti ukuran dari header TCP. Seperti halnya field Header Length dalam header IP, field ini merupakan angka dari word 32-bit dalam header TCP. Untuk sebuah segmen TCP terkecil (di mana tidak ada opsi TCP tambahan), field ini diatur ke nilai 0x5, yang berarti data dalam segmen TCP dimulai dari oktet ke 20 dilihat dari permulaan segmen TCP. Jika field Data Offset diset ke nilai maksimumnya (24=16) yakni 15, header TCP dengan ukuran terbesar dapat memiliki panjang hingga 60 byte.
Reserved 6 bit Direservasikan untuk digunakan pada masa depan. Pengirim segmen TCP akan mengeset bit-bit ini ke dalam nilai 0.
Flags 6 bit Mengindikasikan flag-flag TCP yang memang ada enam jumlahnya, yang terdiri atas: URG (Urgent), ACK (Acknowledgment), PSH (Push), RST (Reset), SYN (Synchronize), dan FIN (Finish).
Window 2 byte (16 bit) Mengindikasikan jumlah byte yang tersedia yang dimiliki oleh buffer host penerima segmen yang bersangkutan. Buffer ini disebut sebagai Receive Buffer, digunakan untuk menyimpan byte stream yang datang. Dengan mengimbuhkan ukuran window ke setiap segmen, penerima segmen TCP memberitahukan kepada pengirim segmen berapa banyak data yang dapat dikirimkan dan disangga dengan sukses. Hal ini dilakukan agar si pengirim segmen tidak mengirimkan data lebih banyak dibandingkan ukuran Receive Buffer. Jika tidak ada tempat lagi di dalam Receive buffer, nilai dari field ini adalah 0. Dengan nilai 0, maka si pengirim tidak akan dapat mengirimkan segmen lagi ke penerima hingga nilai field ini berubah (bukan 0). Tujuan hal ini adalah untuk mengatur lalu lintas data atau flow control.
Checksum 2 byte (16 bit) Mampu melakukan pengecekan integritas segmen TCP (header-nya dan payload-nya). Nilai field Checksum akan diatur ke nilai 0 selama proses kalkulasi checksum.
Urgent Pointer 2 byte (16 bit) Menandakan lokasi data yang dianggap "urgent" dalam segmen.
Options 4 byte (32 bit) Berfungsi sebagai penampung beberapa opsi tambahan TCP. Setiap opsi TCP akan memakan ruangan 32 bit, sehingga ukuran header TCP dapat diindikasikan dengan menggunakan field Data offset.

Port TCP

Port TCP mampu mengindikasikan sebuah lokasi tertentu untuk menyampaikan segmen-segmen TCP yang dikirimkan yang diidentifikasi dengan TCP Port Number. Nomor-nomor di bawah angka 1024 merupakan port yang umum digunakan dan ditetapkan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority). Tabel berikut ini menyebutkan beberapa port TCP yang telah umum digunakan.
Nomor port TCP Keterangan
20 File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran data)
21 File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran kontrol)
25 Simple Mail Transfer Protocol/SMTP yang digunakan untuk mengirim e-mail
23 Telnet
80 Hypertext Transfer Protocol/HTTP yang digunakan untuk World Wide Web.
110 Post Office Protocol 3/POP3 yang digunakan untuk menerima e-mail.
139 NetBIOS over TCP session service
Port TCP merupakan hal yang berbeda dibandingkan dengan port UDP, meskipun mereka memiliki nomor port yang sama. Port TCP merepresentasikan satu sisi dari sebuah koneksi TCP untuk protokol lapisan aplikasi, sementara port UDP merepresentasikan sebuah antrean pesan UDP untuk protokol lapisan aplikasi. Selain itu, protokol lapisan aplikasi yang menggunakan port TCP dan port UDP dalam nomor yang sama juga tidak harus sama. Sebagai contoh protokol Extended Filename Server (EFS) menggunakan port TCP dengan nomor 520, dan protokol Routing Information Protocol (RIP) menggunakan port UDP juga dengan nomor 520. Jelas, dua protokol tersebut sangatlah berbeda! Karenanya, untuk menyebutkan sebuah nomor port, sebutkan juga jenis port yang digunakannya, karena hal tersebut mampu membingungkan (ambigu).
Lihat juga Port TCP dan UDP

TCP Flag

Sebuah segmen TCP dapat memiliki flag (tanda-tanda) khusus yang mengindikasikan segmen yang bersangkutan, seperti yang disebutkan dalam tabel berikut:

Struktur flag-flag TCP
Nama flag Keterangan
URG Mengindikasikan bahwa beberapa bagian dari segmen TCP mengandung data yang sangat penting, dan field Urgent Pointer dalam header TCP harus digunakan untuk menentukan lokasi di mana data penting tersebut berada dalam segmen.
ACK Mengindikasikan field Acknowledgment mengandung oktet selanjutnya yang diharapkan dalam koneksi. Flag ini selalu diset, kecuali pada segmen pertama pada pembuatan sesi koneksi TCP.
PSH Mengindikasikan bahwa isi dari TCP Receive buffer harus diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi. Data dalam receive buffer harus berisi sebuah blok data yang berurutan (kontigu), dilihat dari ujung paling kiri dari buffer. Dengan kata lain, sebuah segmen yang memiliki flag PSH diset ke nilai 1, tidak bolah ada satu byte pun data yang hilang dari aliran byte segmen tersebut; data tidak dapat diberikan kepada protokol lapisan aplikasi hingga segmen yang hilang tersebut datang. Normalnya, TCP Receive buffer akan dikosongkan (dengan kata lain, isi dari buffer akan diteruskan kepada protokol lapisan aplikasi) ketika buffer tersebut berisi data yang kontigu atau ketika dalam "proses perawatan". Flag PSH ini dapat mengubah hal seperti itu, dan membuat akan TCP segera mengosongkan TCP Receive buffer. Flag PSH umumnya digunakan dalam protokol lapisan aplikasi yang bersifat interaktif, seperti halnya Telnet, karena setiap penekanan tombol dalam sesi terminal virtual akan dikirimkan dengan sebuah flag PSH diset ke nilai 1. Contoh dari penggunaan lainnya dari flag ini adalah pada segmen terakhir dari berkas yang ditransfer dengan menggunakan protokol FTP. Segmen yang dikirimkan dengan flag PSH aktif tidak harus segera di-acknowledge oleh penerima.
RST Mengindikasikan bahwa koneksi yang dibuat akan digagalkan. Untuk sebuah koneksi TCP yang sedang berjalan (aktif), sebuah segmen dengan flag RST diset ke nilai 1 akan dikirimkan sebagai respons terhadap sebuah segmen TCP yang diterima yang ternyata segmen tersebut bukan yang diminta, sehingga koneksi pun menjadi gagal. Pengiriman segmen dengan flag RST diset ke nilai 1 untuk sebuah koneksi aktif akan menutup koneksi secara paksa, sehingga data yang disimpan dalam buffer akan dibuang (dihilangkan). Untuk sebuah koneksi TCP yang sedang dibuat, segmen dengan flag RST aktif akan dikirimkan sebagai respons terhadap request pembuatan koneksi untuk mencegah percobaan pembuatan koneksi.
SYN Mengindikasikan bahwa segmen TCP yang bersangkutan mengandung Initial Sequence Number (ISN). Selama proses pembuatan sesi koneksi TCP, TCP akan mengirimkan sebuah segmen dengan flag SYN diset ke nilai 1. Setiap host TCP lainnya akan memberikan jawaban (acknowledgment) dari segmen dengan flag SYN tersebut dengan menganggap bahwa segmen tersebut merupakan sekumpulan byte dari data. Field Acknowledgment Number dari sebuah segmen SYN diatur ke nilai ISN + 1.
FIN Menandakan bahwa pengirim segmen TCP telah selesai dalam mengirimkan data dalam sebuah koneksi TCP. Ketika sebuah koneksi TCP akhirnya dihentikan (akibat sudah tidak ada data yang dikirimkan lagi), setiap host TCP akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag FIN diset ke nilai 1. Sebuah host TCP tidak akan mengirimkan segmen dengan flag FIN hingga semua data yang dikirimkannya telah diterima dengan baik (menerima paket acknowledgment) oleh penerima. Setiap host akan menganggap sebuah segmen TCP dengan flag FIN sebagai sekumpulan byte dari data. Ketika dua host TCP telah mengirimkan segmen TCP dengan flag FIN dan menerima acknowledgment dari segmen tersebut, maka koneksi TCP pun akan dihentikan.

TCP Three-way handshake


Proses pembuatan koneksi (TCP Three way handshake)
Proses pembuatan koneksi TCP disebut juga dengan "Three-way Handshake". Tujuan metode ini adalah agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor acknowledgement yang dikirimkan oleh kedua pihak dan saling bertukar ukuran TCP Window. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
  • Host pertama (yang ingin membuat koneksi) akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag SYN diaktifkan kepada host kedua (yang hendak diajak untuk berkomunikasi).
  • Host kedua akan meresponsnya dengan mengirimkan segmen dengan acknowledgment dan juga SYN kepada host pertama.
  • Host pertama selanjutnya akan mulai saling bertukar data dengan host kedua.
TCP menggunakan proses jabat tangan yang sama untuk mengakhiri koneksi yang dibuat. Hal ini menjamin dua host yang sedang terkoneksi tersebut telah menyelesaikan proses transmisi data dan semua data yang ditransmisikan telah diterima dengan baik. Itulah sebabnya, mengapa TCP disebut dengan koneksi yang reliable.






copyright : id.wikipedia .org

Nomer port pada TCP 0-591

Port TCP UDP Description Status
0 UDP Reserved Official
1 TCP UDP TCP Port Service Multiplexer (TCPMUX) Official
2 TCP UDP Management Utility Official
3 TCP UDP Compression Process Official
4 TCP UDP Unassigned Official
5 TCP UDP Remote Job Entry Official
6 TCP UDP Unassigned Official
7 TCP UDP Echo Protocol Official
8 TCP UDP Unassigned Official
9 TCP UDP Discard Protocol Official
10 TCP UDP Unassigned Official
11 TCP UDP Active Users Official
12 TCP UDP Unassigned Official
13 TCP UDP Daytime Protocol (RFC 867) Official
14 TCP UDP Unassigned Official
16 TCP UDP Unassigned Official
17 TCP UDP Quote of the Day Official
18 TCP UDP Message Send Protocol Official
19 TCP UDP Character Generator Protocol (CHARGEN) Official
20 TCP FTP – data transfer Official
21 TCP FTP – control (command) Official
22 TCP UDP Secure Shell (SSH)—used for secure logins, file transfers (scp, sftp) and port forwarding Official
23 TCP Telnet protocol—unencrypted text communications Official
24 TCP UDP Priv-mail : any private mail system. Official
25 TCP Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)—used for e-mail routing between mail servers Official
34 TCP UDP Remote File (RF)—used to transfer files between machines Unofficial
35 TCP UDP Any private printer server protocol Official
37 TCP UDP TIME protocol Official
39 TCP UDP Resource Location Protocol[2] (RLP)—used for determining the location of higher level services from hosts on a network Official
41 TCP UDP Graphics Official
42 TCP UDP nameserver, ARPA Host Name Server Protocol Official
42 TCP UDP WINS Unofficial
43 TCP WHOIS protocol Official
47 TCP UDP NI FTP Official
49 TCP UDP TACACS Login Host protocol Official
50 TCP UDP Remote Mail Checking Protocol Official
51 TCP UDP IMP Logical Address Maintenance Official
52 TCP UDP XNS (Xerox Network Systems) Time Protocol Official
53 TCP UDP Domain Name System (DNS) Official
54 TCP UDP XNS (Xerox Network Systems) Clearinghouse Official
55 TCP UDP ISI Graphics Language (ISI-GL) Unofficial
56 TCP UDP XNS (Xerox Network Systems) Authentication Official
56 TCP UDP Route Access Protocol (RAP)[3] Unofficial
57 TCP Mail Transfer Protocol (MTP) Unofficial
58 TCP UDP XNS (Xerox Network Systems) Mail Official
67 UDP Bootstrap Protocol (BOOTP) Server; also used by Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Official
68 UDP Bootstrap Protocol (BOOTP) Client; also used by Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Official
69 UDP Trivial File Transfer Protocol (TFTP) Official
70 TCP Gopher protocol Official
79 TCP Finger protocol Official
80 TCP UDP Hypertext Transfer Protocol (HTTP) Official
81 TCP Torpark—Onion routing Unofficial
82 UDP Torpark—Control Unofficial
83 TCP MIT ML Device Official
88 TCP UDP Kerberos—authentication system Official
90 TCP UDP dnsix (DoD Network Security for Information Exchange) Securit Attribute Token Map Official
90 TCP UDP Pointcast Unofficial
99 TCP WIP Message Protocol Unofficial
101 TCP NIC host name Official
102 TCP ISO-TSAP (Transport Service Access Point) Class 0 protocol[4] Official
104 TCP UDP ACR/NEMA Digital Imaging and Communications in Medicine Official
105 TCP UDP CCSO Nameserver Protocol (Qi/Ph) Official
107 TCP Remote TELNET Service[5] protocol Official
108 TCP UDP SNA Gateway Access Server [6] Official
109 TCP Post Office Protocol v2 (POP2) Official
110 TCP Post Office Protocol v3 (POP3) Official
111 TCP UDP ONC RPC (SunRPC) Official
113 TCP ident—user identification system, used by IRC servers to identify users Official
113 TCP UDP Authentication Service (auth) Official
115 TCP Simple File Transfer Protocol (SFTP) Official
117 TCP UUCP Path Service Official
118 TCP UDP SQL (Structured Query Language) Services Official
119 TCP Network News Transfer Protocol (NNTP) — retrieval of newsgroup messages Official
123 UDP Network Time Protocol (NTP)—used for time synchronization Official
135 TCP UDP DCE endpoint resolution Official
135 TCP UDP Microsoft EPMAP (End Point Mapper), also known as DCE/RPC Locator service[7], used to remotely manage services including DHCP server, DNS server and WINS. Also used by DCOM Unofficial
137 TCP UDP NetBIOS NetBIOS Name Service Official
138 TCP UDP NetBIOS NetBIOS Datagram Service Official
139 TCP UDP NetBIOS NetBIOS Session Service Official
143 TCP UDP Internet Message Access Protocol (IMAP) — management of email messages Official
152 TCP UDP Background File Transfer Program (BFTP)[8] Official
153 TCP UDP SGMP, Simple Gateway Monitoring Protocol Official
156 TCP UDP SQL Service Official
158 TCP UDP DMSP, Distributed Mail Service Protocol Unofficial
161 UDP Simple Network Management Protocol (SNMP) Official
162 TCP UDP Simple Network Management Protocol Trap (SNMPTRAP)[9] Official
170 TCP Print-srv, Network PostScript Official
177 TCP UDP X Display Manager Control Protocol (XDMCP) Official
179 TCP BGP (Border Gateway Protocol) Official
194 TCP UDP IRC (Internet Relay Chat) Official
199 TCP UDP SMUX, SNMP Unix Multiplexer Official
201 TCP UDP AppleTalk Routing Maintenance Official
209 TCP UDP The Quick Mail Transfer Protocol Official
210 TCP UDP ANSI Z39.50 Official
213 TCP UDP Internetwork Packet Exchange (IPX) Official
218 TCP UDP Message posting protocol (MPP) Official
220 TCP UDP Internet Message Access Protocol (IMAP), version 3 Official
256 TCP UDP 2DEV "2SP" Port Unofficial
259 TCP UDP ESRO, Efficient Short Remote Operations Official
264 TCP UDP BGMP, Border Gateway Multicast Protocol Official
308 TCP Novastor Online Backup Official
311 TCP Mac OS X Server Admin (officially AppleShare IP Web administration) Official
318 TCP UDP PKIX TSP, Time Stamp Protocol Official
319 UDP Precision time protocol event messages Official
320 UDP Precision time protocol general messages Official
323 TCP UDP IMMP, Internet Message Mapping Protocol Unofficial
350 TCP UDP MATIP-Type A, Mapping of Airline Traffic over Internet Protocol Official
351 TCP UDP MATIP-Type B, Mapping of Airline Traffic over Internet Protocol Official
366 TCP UDP ODMR, On-Demand Mail Relay Official
369 TCP UDP Rpc2portmap Official
370 TCP UDP codaauth2 – Coda authentication server Unofficial
370 TCP UDP securecast1 – Outgoing packets to NAI's servers, http://www.nai.com/asp_set/anti_virus/alerts/faq.as Unofficial
371 TCP UDP ClearCase albd Official
383 TCP UDP HP data alarm manager Official
384 TCP UDP A Remote Network Server System Official
387 TCP UDP AURP, AppleTalk Update-based Routing Protocol Official
389 TCP UDP Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) Official
401 TCP UDP UPS Uninterruptible Power Supply Official
402 TCP Altiris, Altiris Deployment Client Unofficial
411 TCP Direct Connect Hub Unofficial
412 TCP Direct Connect Client-to-Client Unofficial
427 TCP UDP Service Location Protocol (SLP) Official
443 TCP HTTPS (Hypertext Transfer Protocol over SSL/TLS) Official
444 TCP UDP SNPP, Simple Network Paging Protocol (RFC 1568) Official
445 TCP Microsoft-DS Active Directory, Windows shares Official
445 TCP Microsoft-DS SMB file sharing Official
464 TCP UDP Kerberos Change/Set password Official
465 TCP Cisco protocol Unofficial
465 TCP SMTP over SSL Unofficial
475 TCP tcpnethaspsrv (Aladdin Knowledge Systems Hasp services, TCP/IP version) Official
497 TCP Dantz Retrospect Official
500 _ UDP Internet Security Association and Key Management Protocol (ISAKMP) Official
501 TCP STMF, Simple Transportation Management Framework – DOT NTCIP 1101 Unofficial
502 TCP UDP Modbus, Protocol Unofficial
504 TCP UDP Citadel – multiservice protocol for dedicated clients for the Citadel groupware system Official
510 TCP First Class Protocol Unofficial
512 TCP Rexec, Remote Process Execution Official
512 UDP comsat, together with biff Official
513 TCP rlogin Official
513 UDP Who Official
514 TCP Shell—used to execute non-interactive commands on a remote system (Remote Shell, rsh, remsh) Official
514 UDP Syslog—used for system logging Official
515 TCP Line Printer Daemon—print service Official
517 UDP Talk Official
518 UDP NTalk Official
520 TCP efs, extended file name server Official
520 UDP Routing Information Protocol (RIP) Official
524 TCP UDP NetWare Core Protocol (NCP) is used for a variety things such as access to primary NetWare server resources, Time Synchronization, etc. Official
525 UDP Timed, Timeserver Official
530 TCP UDP RPC Official
531 TCP UDP AOL Instant Messenger, IRC Unofficial
532 TCP netnews Official
533 UDP netwall, For Emergency Broadcasts Official
540 TCP UUCP (Unix-to-Unix Copy Protocol) Official
542 TCP UDP commerce (Commerce Applications) Official
543 TCP klogin, Kerberos login Official
544 TCP kshell, Kerberos Remote shell Official
545 TCP OSIsoft PI (VMS), OSISoft PI Server Client Access Unofficial
546 TCP UDP DHCPv6 client Official
547 TCP UDP DHCPv6 server Official
548 TCP Apple Filing Protocol (AFP) over TCP Official
550 UDP new-rwho, new-who Official
554 TCP UDP Real Time Streaming Protocol (RTSP) Official
556 TCP Remotefs, RFS, rfs_server Official
560 UDP rmonitor, Remote Monitor Official
561 UDP monitor Official
563 TCP UDP NNTP protocol over TLS/SSL (NNTPS) Official
587 TCP e-mail message submission[10] (SMTP) Official
591 TCP FileMaker 6.0 (and later) Web Sharing (HTTP Alternate, also see port 80) Official